09 Februari 2021

Kampung Santri

Tanah lahir yang sempurna rasanya ungkapan yang benar disini adalah rumahku surga itu..



Guru mengenalkan satu ilmu, sudah sangat mengetahui watak seperti apa santri-santri ini. Guru yang benar-benar guru, hanya mengajarkan hal-hal yang perlu bermutu. Bukan berarti ilmu yang lain tidak perlu tapi bukan  saatnya untuk membekali. 

Pernah seorang anak sebagai sample ketika anak tersebut mendengar bab fiqh perbedaan mazhab dalam shalat. Mungkin gurunya sudah memberi pemahaman yang benar. Anak tersebut mencoba menguji apa sih sulitnya mengamalkan ilmu yang baru.

Dalam shalat dengan pandangan mazhab yang lain posisi shalat ketika duduk tasyahud membaca tasyahud awal dalam mazhab kita mengangkat jari telunjuk sekali saat bacaan 'ilallah' 

Sementara pada sebagian mazhab berbeda kaifiyah/cara mengangkat jari telunjuk, yakni dengan diangkat berkali-kali, digerak-gerakkan dan dimain-mainkan adalah seolah sedang mengusir setan pengganggu orang yang shalat.

Dan benarlah dengan kepolosan seorang santri mempraktekkan dalam shalat berjamaah nya.  Akibatnya Serentak menjadi bahan cibiran orang orang/ jamaah.

???  Sang anak masih perlu banyak belajar mengenai al-jamaah 

Ada semacam gertakan kalau-kalau nekat mempraktekkan ilmu yang bukan kebiasaan masyarakat dan sangsinya besar.

Ilmu adab diutamakan dalam berjamaah. iya adab pada guru, ortu dan nenek moyang terlebih yang telah berpulang ngembilinang...

 Alhamdulillah wa syukru lillah puji sukur kepada Allah atas segala karunia  yang sampai kepada kita. shalawat salam atas nabi mulia Muhamma...

Terbaru Dilaman Dakwah Netral