21 Desember 2020

Akur Yuk Tafakur

 أللهم أصلح ولاة أمور المسلمين أجمعين ووفقهم لما تحبه وترضاه من نفع العباد والبلاد يا كريم


Dalam kehidupan yang penuh kebanggaan ini, kita sering tidak sadari betapa berharga dan mulianya manusia kalau bisa akur satu saudara dengan yang lain. Apapun yang dirasa selalu bersama-sama. Pahit-manis, lika-liku dan hitam-putih tak pernah dipendam sendiri. Ada rasa dan keinginan untuk selalu saling berbagi itulah idealnya Silaturahmi.

Tapi realita ditengah masyarakat nyatanya tidak seperti itu. Satu dan dua tidak akur, tidak pernah kompromi apabila ada permasalahan. Selalu ingin menang sendiri memperturutkan egoisme pribadi. Menganggap diri lebih benar dari yang lain. Sifat dan ditambah dengan sikap egoisme tentunya tidak akan menjadikan kehidupan kita damai dan sejahtera.

Rasul telah mencontohkan kepada kita. Saat beliau berhijrah menuju madinah, beliau mengikat tali persaudaraan antara muhajirin dan anshorin, antara sibudak dan situan dan antara si kaya dan si miskin. Segala perbedaan beliau hapuskan semenjak peristiwa itu.
Dalam islam semua golongan/ tingkatan dan status duniawi yang berasal dari manusia adalah sama. Yang membedakan kita hanya saat berhadap dan menghadap Tuhan sang pencipta. Ketakwaan adalah menjadi tolak ukur masing-masing kita dihadapan Allah S.W.T.

Maka baik kita meniru dan meneladani cara-cara hidup Rasulullah S.A.W. Ketika masih hidup didunia hendaknya kita bisa menjadi saudara yang baik, menjadi kakak yang berjiwa pemimpin dan menjadi adik yang berjiwa penyantun. Sehingga antara kakak dan adik akan terjalin/ terbentuk kesatuan dan kekuatan untuk berusaha menggapai harapan demi kesuksesan bersama.

 Alhamdulillah wa syukru lillah puji sukur kepada Allah atas segala karunia  yang sampai kepada kita. shalawat salam atas nabi mulia Muhamma...

Terbaru Dilaman Dakwah Netral