19 Januari 2021

Rizki Mengatur

Menyimak kajian-kajian Ulama  mengenai rizki yang kita diberi. Maka Bukan semata uang, kekayaan dan kebendaan ataukah seseorang yang dikategorikan rizki, Lebih sederhana lagi ternyata Senang mensyukuri hidup saat ini itulah sebenar-benarnya  hakikat rizki. Sedikit sekali dari orang-orang pandai mensyukuri rizki-Nya.

Dalam realita Kapasitas rizki adalah besaran jumlah tertentu yang tentunya tak sama satu dan lainnya. 10ribu itu besaran rizki, 20ribu dan 40ribu juga besaran rizki. Berapapun yg orang terima baik itu harian, mingguan atau bulanan juga masuk dalam rizki. Besar kecil besaran rizki tetaplah menjadi bagian atau rizki tiap-tiap orang. Rizki yang ditangan itulah yang terbaik buat kita. Relatif sifatnya rizki yang besar menurut kita belum tentu besar menurut orang dan begitu sebaliknya. Kadar telah ditakdirkan Tuhan sang pemberi rizki, hanya dengan rizki tersebut akankah orang menjadi senang dengan sukur atau tidak sukur dengan kufur. 

Kesenangan batin itulah tolak ukurnya bisa saja orang akan senang dengan ia setelah memberi. Pemberi yang tak merasa memberi karena  ada rasa tidak memiliki. Hanya Allah yang maha menguasai hidup dan kehidupan diri kita ini.


Kesenangan masing-masing orang berbeda selama tidak keluar dari syariat maka menikmati dan menerima dengan legowo apa yang menjadi rizki kita adalah prestase yang luar biasa.

Misalkan saja seorang yang sedang ditimpa masalah. Lantaran sikap orang yang tidak menyenangkan menurut dirinya sehingga batinnya meronta dan jiwanya ngedrop. Susah pikirannya gelisah tak karuan arah. Maka dengan merunduk dan sujud adalah obat penawar yang paripurna. 

Shalat dan menunaikan kewajiban kepada Allah. Berikut menunaikan kewajiban di masyarakat akan menentramkan batinnya dan itulah rizki yang berharga. Nilainya tak bisa dibayar dengan harta.

 Alhamdulillah wa syukru lillah puji sukur kepada Allah atas segala karunia  yang sampai kepada kita. shalawat salam atas nabi mulia Muhamma...

Terbaru Dilaman Dakwah Netral